Home » Mind » Move On

Move On

Saat ini sebenarnya bisa dibilang saya sedang berada di zona nyaman.
Punya pekerjaan di perusahaan multinasional, penghasilan lumayan, cuti setiap dua bulan..

Tapi setelah saya pikir-pikir,
hidup saya akan begitu-begitu melulu.
Saya udah bisa memperkirakan berapa penghasilan saya selama setahun
dan saya juga harus menyesuaikan pengeluaran berdasarkan penghasilan yang saya peroleh itu.
Serasa hidup ini sudah bisa diprediksi,
seakan saya udah bisa memperkirakan
berapa lama saya harus menabung untuk beli rumah, beli mobil, dan sebagainya..
dan tentunya kembali harus disesuaikan dengan penghasilan yang saya peroleh.

Banyak orang yang bilang “enak yaa kerjanya, sering cuti, gaji oke…”
Mungkin memang begitu, tapi kemudian saya berpikir,
Sampai kapan saya akan begini?
Jika sebagian besar hidup saya tersita bekerja di kantor,
Kapan saya menyalurkan hobby saya?
Kapan saya melakukan hal-hal yang menjadi passion saya?
Kapan saya bisa menuntut lebih banyak ilmu yang saya inginkan?
Saat orang tua saya mulai memasuki usia senja,
Siapa yang akan mendampingi mereka jika saya bekerja segitu jauhnya?
Dan bila saya menikah nanti..
Kapan saya akan punya waktu dengan suami dan anak-anak saya nanti?
Siapa yang akan membesarkan anak-anak saya nanti??

Saya terus berpikir dan terus berpikir,
apa yang harus saya lakukan untuk mempersiapkan hidup saya nanti.
Jika saya ingin mencapai mimpi-mimpi dan tujuan hidup saya,
maka saya tidak mungkin bisa terus-terusan jadi karyawan yang terikat
tapi semua butuh uang.
Uang memang bukan segalanya,
Tapi segalanya membutuhkan uang.
Bener kaan??

Hmm…
Saya harus move on, ga boleh lama-lama terlena di zona nyaman ini.
Sebenarnya wadah itu sudah ada, bisnis yang sudah mulai saya jalankan sejak awal 2011
Pada awalnya pergerakan saya lumayan,
Tapi setelah memperoleh pekerjaan yang membuat saya “nyaman”
Saya mulai terlena dan tidak lagi serajin dulu.

Tapi melihat crossline-crossline yang mempunyai semangat luar biasa
Yang melesat dengan luar biasa
Saya jadi “terbakar”
Mereka juga bekerja, mereka juga sibuk
Tapi mereka bisa.
Kalau begitu, berarti saya juga bisa.
Saya sudah punya fasilitas, kesempatan dan yang paling penting dukungan dari orang-orang terdekat
Saya cuma harus belajar, merencanakan dan melakukan (action).

Tahun ini, 2013.
Saya harus mulai mencetak pencapaian demi pencapaian.
Mimpi besar tidak akan terwujud bila kita tidak mewujudkan mimpi-mimpi kecil.

“Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal”. (Anonim)

 

 

One thought on “Move On

  1. Terkadang gak semudah itu untuk lepas dari zona nyaman. Perlu banyak pertimbangan sebelum melangkah,agar tidak menyesal dikemudian hari🙂
    ingin lebih memang sifat manusia, ada kalanya kita harus bersyukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s